Materi Khutbah Jumat berthema Manusia Yang Mulia

 

Khutbah pertama :

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

ا لسلا م عليكم ور حمت ا لله وبر كا ته

 

Adzan

 

Alhamdulillahi rabbil alamin wassolatu wassalamu ala asrofil anbiyai wal mursalin, wa ala alihi wa ishabihi ajma'in  

 

ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAAHU
WA ASYHADU ANNAA MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA RASUULUHUU
LAA NABIYYA BA’DAHU

 

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُم بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنْ

 

Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.

 

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SYAYYIDINAA MUHAMMADIN
WA ‘ALAA AALIHII WA SHAHBIHII ‘AJMA’IIN,  FA-UUSHIIKUM WA NAFSII BIT TAQUULLAAH, QAALALLAAHU TA’AALA FIIL QUR’AANIL KARIIM
A’UUDZUBILLAAHI MINASY SYAITHOONIR RAJIIM

 

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ

 

 مُسْلِمُوْنَ

 

Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun

 

أَمّا بَعْدُ

 

Ammaa ba’du..

 

Sidang jum’at yang dirahmati Allah

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, Allah Subhana wa taala yang dengan limpahan rahmatNya kita dapat memenuhi panggilan Alloh Yang Maha Kuasa. Untuk menjalankan sholat Jum'at berjamaah.

 

Akhir-akhir ini banyak terjadi gejolak di Asia yang menyebabkan bangsa Suriah, Irak, Afganistan dan Rohingya eksodus ke negara lain. Mereka terusir oleh bangsa saudaranya sendiri yang muslim dan diterima oleh bangsa lain dengan syarat harus beralih keyakinan dan menjadi kafir. Oleh karena itu pada sholat jum’at kali ini, khotib akan menyampaikan khutbah dengan thema Manusia Yang Mulia di mata Alloh, dengan judul Konsep Manusia dalam Al-Qur’an

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

 

Al-Qur’an adalah kitabullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. untuk seluruh manusia. Di dalamnya, Allah menyapa akal dan perasaan manusia, mengajarkan untuk beriman dan beribadah. Alloh juga menuntun manusia agar menjadi muslim yang mutaqin. Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk merenungkan perihal dirinya, dan keajaiban penciptaannya. Sebab, pengenalan manusia terhadap dirinya dapat mengantarkannya pada ma’rifatullah.

 

Bicara tentang manusia berarti kita bicara tentang  diri kita sendiri. Manusia merupakan makhluk yang paling istimewa dibandingkan dengan makhluk yang lain. Manusia mempunyai kelebihan yang luar biasa, karena manusia dikaruniai akal. Dengan kemampuan akalnya, manusia dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya, serta mampu mengatur dan mengelola alam semesta ciptaan Allah sebagai amanah.

 

Selain itu manusia juga dilengkapi unsur lain yaitu qolbu (hati). Dengan qolbunya manusia dapat menjadikan dirinya sebagai makhluk bermoral, merasakan keindahan, kenikmatan beriman dan kehadiran Ilahi secara spiritual. Dalam kehidupannya, Al Nas adalah salah satu konsep manusia menurut Al Quran. 

 

Dalam konsep Al Nas manusia merupakan makhluk social dan mahluk Allah yang paling tinggi derajatnya dibanding makhluk lain. Sebagai mahluk social, manusia tidak dapat hidup sendiri dan harus menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya. Manusia bermula dari pasangan Adam dan Hawa, dan berkembang terus menjadi masyarakat dunia. Karena keturunan dari leluhur yang sama maka manusia itu seharusnya hidup rukun, bersaudara dan tidak saling menjatuhkan. Itulah sebenarnya kehidupan manusia dalam konsep Al-naas.yang ditegaskan oleh Allah SWT.  dalam Al-Qur’an.

 

Islam memandang bahwa seorang mukmin yang benar keimanannya, memiliki keindahan dalam tutur kata dan tindak tanduknya. Kata-kata yang diucapkan seyogyanya  penuh hikmah dan menyejukkan. Semua orang merasa enak berbicara dengannya, karena merasa tidak tersakiti oleh lidahnya.

 

 Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya menjelaskan bahwa diantara bentuk pemeliharaan iman seseorang adalah dengan mengindahkan dan mengelokkan tutur katanya. Beliau bersabda: 

 

وَمَنْ كَانَ يُ

 

ؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

 


Mamankana yu’’minubillahi wa’yumiakhir i fa’ataqul khairan auwiyasmut 

 

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah ia berkata benar atau diam.” (HR. Bukhari)

 

Selain tutur kata yang elok, Islam juga mengajak orang-orang yang beriman agar membuktikan kesiapannya untuk memelihara kesucian diri dengan menjaga sikap-sikapnya yang elok. Di antara sikap yang diperintahkan adalah berbuat baik kepada tetangga. Rasulullah SAW bersabda: 

 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ

 


Mankana yuu'minubillahi wa-ayauwmi lakhiri fakayu' jizarah

 

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, janganlah ia menyakiti tetangganya.” (HR. Bukhari)

 

Sebagai seorang muslim, perlu kiranya kita merenung seandainya besok kita meninggal, adakah orang yang merasa kehilangan karena selama ini merasakan manfaat yang besar dari keberadaan kita di tengah-tengah mereka. Rasulullah SAW merasa kehilangan atas wafatnya seorang wanita hitam asal Afrika karena manfaat yang dirasakannya. Wanita yang bernama Ummu Mahjan meninggal dunia pada suatu malam. Rasulullah baru mengetahuinya sesudah satu atau dua hari beliau tidak melihatnya di masjid, beliau pun bertanya kepada para sahabat: “Ke mana wanita yang biasa membersihkan masjid itu?” “Dia sudah wafat dan telah dikuburkan ya Rasulullah”, jawab seorang sahabat. Rasulullah SAW lalu bertanya lagi: “Mengapa kalian tidak memberitahu aku bahwa ia wafat?”. Sahabat menjawab: “Kami pikir ia hanya orang biasa yang tidak perlu harus memberitahu engkau atas kematiannya”.  Rasulullah menjadi amat kecewa atas sikap dan pandangan para sahabat seperti itu. Dan untuk menunjukkan penghormatan kepada Ummu Mahjan, Rasulullah minta ditunjukkan kuburannya dan beliau pun melaksanakan shalat jenazah untuknya. Demikianlah gambaran pribadi Rasulullah SAW yang mengesankan dan penuh suri tauladan.

 

Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

 

Hadits ini dishahihkan oleh al Albani didalam “ash Shahihah”.

 

 

 

Rasulullah SAW menyerukan hal tersebut dalam sabdanya:

 

لِلنَّاسِ أَنْفَعُهُمْ خَيْرُالنَّاسِ

 

Khairunassii afauhum innass

 

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain” (HR. Thabrani)

 

Seorang sahabat mendatangi Rasulullah Saw, dan bertanya kepadanya: “bagaimana caranya supaya aku tahu bahwa aku adalah orang yang baik dan bukan orang yang buruk?” Nabi SAW menjawab: “ketika kamu mendengar tetanggamu mengatakan, “kamu orang baik”, maka kamu adalah orang yang baik; dan kalau kamu mendengar mereka mengatakan“kamu orang buruk”, maka kamu adalah orang yang buruk. Nabi Muhammad menambahkan bahwa berbaik-baik kepada tetangga juga menjadi sebab datangnya syafa’at, yaitu ketika saksi tetangga atas dirinya diterima oleh Allah Swt., dan Allah menambahkan dengan mengampuni dosanya.

 

Seorang muslim harus menjadi sumber inspirasi dan contoh yang baik dalam kehidupannya. Seorang muslim harus menjadi penggerak pembangunan umat dan mengembangkan kemaslahatan. Bila semua muslim menikmati kehidupannya sesuai tuntunan Al Qur’an dan Rosullulloh, akan tercipta masyarakat dengan kehidupan yang tenteram, tenang dan damai. Pertanyaannya, mungkinkah kehidupan Islami seperti itu bisa terwujud di dunia ini? Jawabannya ternyata tegas dan sangat pasti, yaitu sangat mungkin.

 

Di Indonesia, tepatnya di Bima, di Kecamatan Wawo ada desa bernama Desa Maria yang seluruh penduduknya beragama Islam dan mereka menolak warga non muslim. Mereka berjumlah 106 kepala keluarga yang hidup penuh dengan kedamaian dan tenang, tidak pernah ada pertikaian dan perbuatan kriminal sekecil apapun. Di sana tidak pernah ada pencurian, tawuran atau tindak kriminalitas lain dalam bentuk apapun. Masyarakat menerapkan syariah Islam dan memegang teguh adat mereka. Motto Bima 'takut dan malu' benar-benar diterapkan dan dipegang teguh. Warga berupaya memelihara kesucian diri dengan menjaga sikap-sikapnya yang elok. Desa Maria memiliki lumbung padi atau umalengge yang tersentralisasi. Meskipun tidak diawasi, warga mengambil beras seperlunya saja. Kalau ada yang bolak-balik ambil beras berlebihan, mereka akan jadi bahan gunjingan warga. Mereka hanya mendapat sanksi sosial semacam itu dan itu sudah memberikan efek jera. Alangkah indahnya hidup ini bila kita semua mampu meniru mereka.

 

Setelah itu menutup khutbah pertama dengan do’a untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim. Wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.

 

Lalu duduk sebentar untuk memberi kesempatan jamaah jum’at untuk beristighfar dan membaca shalawat secara perlahan.

 

Khutbah ke-2 :

 

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْْْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ., أَمَّابعد,

 

Innal hamdalillahi robbal’aalamiin.  Wa asyhadu an laa ilaaha illahllaahu wa liyyash shalihiina. Wa asyhadu anna muhammadan khaatamul anbiyaai wal mursaliina. Allahumma shalli ‘alaa muhammadan, wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa shollayta ‘alaa ibroohiima. Wa ‘alaa alii ibroohiim. Wa barok ‘alaa muhammadin Wa ‘alaa aali muhammadin kamaa baarokta ‘alaa ibroohiima Wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid.
Ammaa ba’ad..

 

Sidang Jumat yang dimuliakan Alloh

 

Izinkanlah kami untuk menyampaikan inti khotbah yang telah disampaikan di bagian awal.

 

1.         Manusia mempunyai kelebihan yang luar biasa karena dikarunia akal. Dengan akalnya, manusia dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya serta mampu mengatur dan mengelola alam semesta ciptaan Allah. Selain itu manusia juga dilengkapi qolbu (hati). Dengan qolbunya manusia dapat menjadikan dirinya sebagai makhluk bermoral, merasakan keindahan, kenikmatan beriman dan kehadiran Ilahi secara spiritual.

 

2.            Konsep Al-Naas menempatkan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Untuk itu, manusia harus menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya.

 

3.          Islam memandang bahwa seorang mukmin yang benar keimanannya seyogyanya memiliki keindahan dalam tutur kata dan tindak tanduknya. Kata-kata yang diucapkannya adalah kalimat-kalimat yang penuh hikmah dan menyejukkan.

 

4.         Selain tutur kata yang elok, Islam juga mengajak orang-orang yang beriman agar membuktikan kesiapannya untuk memelihara kesucian diri dengan menjaga sikap-sikapnya yang elok. Di antara sikap yang diperintahkan adalah berbuat baik kepada tetangga.

 

5.          Orang beriman itu harus bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Sabda Nabi : Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

 

6.       Desa Maria yang Islami membuktikan bahwa kehidupan yang Islami itu sangat menyejukkan dan penuh dengan kedamaian.

 

Oleh karena itu marilah kita berlomba dalam kebaikan dengan bersikap saling tolong menolong. Untuk mewujudkan hasrat berbuat baik dan menolong sesama saudara Muslim, saya sebagai Ketua PAJAMAM mengundang jamaah untuk  menjadi anggota Paguyuban Jamaah Masjid Raya Al Mustaqiem (PAJAMAM). Dengan menjadi anggota PAJAMAM, marilah kita tumbuhkembangkan kehidupan masyarakat yang Islami, yang saling menghargai dan damai sebagaimana diamanatkan oleh Rasululloh.

 

Selain itu, pendirian PAJAMAM juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan paradigma dakwah yang baru, yaitu bagaimana masjid mampu meningkatkan kesejahteraan jamaahnya.

 


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين

 

 Marilah kita berdoa

 

Allahummagh fir lil muslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
Robbanaa laa tuaakhidznaa  in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

 

‘IBAADALLAH
INNALLAAHA YA-MURUU BIL ‘ADLI WAL IHSAAN WA IITAA-I DZIL QURBAA
WA YANHAA ‘ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKARI WAL BAGHYI
YAIZHZHUKUM LA’ALLAKUM TADZAKKARUUN
FADZKURULLAAHA ‘AZHIIMI WA YADZKURKUM
FASTAGHFIRULLAAHA YASTAJIB LAKUM
WASYKURUUHU ‘ALAA NI’MATIL LATII
WA LADZIKRULLAAHU AKBARU
WA AQIIMISH SHALAH

 

File Khutbah Jumat Manusia Yang Mulia di Maria